Ironi Jalan Gelap Abdya Dengan PPJ Rp 3 Miliar Lebih Pertahun

Diselesaikan atau diwasiatkan juga nih sama pak bupati?

Tahukan anda, jika setiap membayar tagihan listrik baik yang pascabayar maupun prabayar dalam bentuk token, kita dipotong pajak penerangan jalan (PPJ)? 

Salah satu ruas jalan raya di Aceh Barat Daya tanpa lampu penerangan jalan alias gelap gulita. Foto: Fitriadi. 

BLANG PIDIE - Potongan PPJ ini di luar komisi penjual token dan administrasi bank. Nah, dari PPJ itu, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengantongi Rp 3,2 miliar dalam setahun, sebagaimana data tahun 2021. Tapi hingga Abdya 20 kali ulang tahun, masih banyak jalan yang gelap gulita.

Memangnya berapa besar duit kita dipajaki untuk PPJ? 

Besarannya setiap daerah berbeda-beda. Yang pasti, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pajak penerangan jalan ini setinggi-tingginya 10 persen. Misal, jika tagihan listrik anda Rp 1 juta per bulan, maka anda sudah menyumbang sekitar Rp 100 ribu untuk penerangan jalan setiap bulannya.

Dari keterangan Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Kabupaten Aceh Barat Daya (BKK Abdya) Zainul Abidin, tahun 2021 kabupaten berjuluk breuh sigupai ini berhasil meraup Rp 3,2 miliar dari PPJ ini. 

Angka itu tentu tidak sedikit dan naik setiap tahunnya. Tahun ini, ditargetkan Abdya mengantongi pemasukan hingga Rp 3,4 miliar.

"Untuk pendapatan daerah dari PPJ, baik tahun 2020 hingga 2021 Alhamdulillah terus terealisasi, sedangkan di tahun ini (2022) kita tunggu," kata Zainul kepada Times.id belum lama ini.

Abdya memang saat ini diketahui masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Aceh. Tapi apakah itu bisa dijadikan alasan untuk membiarkan jalan yang dilalui rakyatnya gelap gulita?

Sebab untuk perayaan ulang tahun (ultah) Abdya ke 20 saja bisa dibikin meriah dan gegap gempita. Banyak rangkaian acara dan seremonial yang digelar bulan ini. Tak ada kesan miskin Abdya di pesta ultahnya. Kesannya justru sejahtera dan kaya raya. Meskipun harus berapa duit dihabiskan untuk pesta ultah daerah yang warganya menurut data masih banyak hidup "apoh-apah" ini. 

Padahal, masalah penerangan lampu jalan tak kalah penting dari pesta ultah yang meriah. Masalah ini tak bisa dipandang sepele. Karena tingkat kerawanannya tinggi. Menyangkut nyawa dan keselamatan warga. 

Jalan yang gelap atau minim penerangan, tentu rawan kecelakaaan lalu lintas. Selain itu juga rawan tindakan kriminal di malam hari.

Tak banyak titik terang di jalan umum Abdya yang bertambah, dalam 20 tahun umurnya sebagai kabupaten. Masih banyak titik jalan umum, jalan sekitaran kota dan pemukiman yang masih mengandalkan penerangan dari lampu teras rumah warga atau toko dan pasar. Tanpa itu, gelap gulita.

Bahkan, beberapa jalan desa, untuk membeli dan mengganti lampu penerangannya harus merogoh kocek warga. Padahal duitnya ada, dan setiap bulan atau setiap mengisi token listrik, warga sudah dipajaki untuk memenuhi keperluan ini. 

"Saya pikir enggak ada anggarannya. Kita sendiri dulu yang beliin lampu penerangan jalannya," ungkap salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.

Kepala Dinas Perhubungan Rahwadi beralasan, anggaran yang diplot untuk penerangan masih minim. Namun, ia tak menyebutkan berapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk menambah penerangan jalan umum di Abdya.  

"Jika untuk penanganan di seluruh kecamatan maupun desa tentunya memakan anggaran besar," kata Rahwadi ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat, belum lama ini.

Karena itu, ia meminta agar anggaran penerangan jalan ini bisa ditingkatkan lagi. "Anggarannya perlu ditingkatkan lagi untuk bisa menangani yang lebih banyak lokasi," lanjutnya.

Alasan klasik lainnya, sebagaimana disebutkan Rahwadi adalah minimnya petugas teknisi.

"Saat ini petugas kita juga masih kurang, insya Allah kita akan turun lagi kelapangan untuk melakukan pengecekan ulang," pungkasnya.

Oke, gercep pak Kadis. Gerak cepat. Jangan tunggu lebih banyak lagi korban dan nyawa melayang akibat masih banyaknya jalan yang gelap gulita.

Atau mau dimasukkan dalam list Abdya Berwasiat?

Seperti diketahui, Bupati Akmal Ibrahim di ujung masa jabatannya lagi mempopulerkan "Abdya Berwasiat". Diksi ini juga jadi tema ultah Abdya. Ia mewasiatkan sejumlah masalah atau pekerjaan rumah (PR) yang belum bisa diselesaikan olehnya kepada bupati ke depan. Nah, soal penerangan jalan yang sudah ada duitnya ini, apakah bisa diselesaikan di sisa jabatan atau ikut diwasiatkan juga?