Teriakan Anies Presiden & Tren Survei Dibanding 2 Calon Kuat Lain

Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Masjid Universitas Gajah Mada (UGM) dielu-elukan banyak jemaah, khususnya para mahasiswa. Teriakan  histeris "Anies Presiden" pun menggema dari dalan hingga luar mesjid.


Anies Baswedan yang dikerubungi jemaah shalat Tarawih di Masjid UGM, Kamis (7/4). FOTO: INSTAGRAM @aniesbaswedan

YOGYAKARTA  - Anies diundang untuk ceramah Shalat Tarawih pada Kamis (7/4) malam di masjid kampus atau maskam UGM ini. Baginya, menyambangi UGM sama halnya dengan pulang kampung. 


Karena rumahnya cuma 500 meter di utara kampus. Masa kecilnya juga banyak dihabiskan di kampus beralmamater cokeat muda ini.


Sebelum ke maskam, ia menyempatkan berbuka puasa dengan menu kelapa muda dan tahu goreng di salah satu rumah makan di Yogyakarta. "Alhamdulillah senang sekali bisa pulang ke kampung tempat dulu saya tumbuh di sini," ucap Anies.


Usai berbuka, malamnya mantan Mendikbud ini langsung bertandang ke masjid kampus atau lazim disebut maskam. Meskipun datang agak telat, namun tak mengurangi semangat jemaah menunggu Anies tiba.


Ia datang menggunakan mobil Toyota Vellfire warna putih. Turun dengan penampilan jas warna abu-abu berpadu peci hitam, Anies langsung disalami oleh sejumlah mahasiswa. Bahkan ada yang cium tangan.


Jemaah mesjid penuh malam itu. Begitu Anies masuk, langsung suara gemuruh jemaah menggema. Sebagian lagi, sigap mengacungkan kamera ponsel masing-masing untuk mengabadikan momen tersebut.


Ada sejam lebih Anies berada di podium. Sepanjang ceramah, Anies banyak menyelipkan guyonan segar sambil mengenang masa-masa kecilnya di kampus tersebut, karena rumahnya juga hanya . Ia juga bersekolah di SD Percobaan 2.


"Jakarta dan Jogja sama-sama punya sekolah laboratory. Tapi yang di sana namanya labschool, kalau di Jogja; SD Percobaan," ucapnya, disambut ketawa gemuruh jemaah.


"Waduh, lah iyo. Sekolahnya dimana mas? SD Percobaan. Oh anak coba-coba," lanjutnya sambil cekikikan.


Dalam ceramah yang diberi tema tentang kota itu, Anies juga banyak memamerkan keberhasilannya memimpin ibu kota. Selain juga melontarkan sindiran-sindiran halus.


"Yang mahasiswa acungkan tangan. Ini mahasiswa semua ya, betul? Sebentar saya foto sebentar," kata Anies lalu mengambi ponsel dan mengarahkan ke semua jemaah yang mengacungkan tangan, yang kembali bikin ketawa jemaah bergemuruh.


"Memastikan aja betul mahasiswa. Zaman dulu itu banyak yang berlagak mahasiswa tapi lapornya ketempat lain," sentil Anies mesem-mesem, sambil menggaruk-garuk kuduknya, kembali bikin mahasiswa ketawa.


Ia juga berkelakar soal perpanjangan masa jabatan yang lagi rame, tapi yang disampaikan adalah jabatannya sebagai Gubernur Jakarta. Ia mengaku masa jabatannya hampir habis.


"5 bulan lagi pensiun. Tidak ada perpanjangan soalnya," coleknya lagi disambut ketawa dan tepuk tangan jemaah. "Kenapa tepuk tangan?" tanya Anies.


Teriakan "Anies Presiden" menggema usai Anies turun dari podium. Ada pula jemaah yang membentang spanduk kecil.


Sosok yang pernah dinobatkan sebagai rektor termuda itu tampak kesulitan menembus jemaah menuju pintu keluar. Semua ingin bersalaman dan mengacung kamera ponselnya. 


Beberapa kali gemuruh teriakan "Anies Presiden" juga tak dapat dibendung, yang menggema sejak dari dalam gedung utama masjid, lorong masjid hingga halaman masjid sisi barat. Sesekali diiringi alunan shalawat.


Ketika massa jemaah mereda, Anies yang ditanyai wartawan terkait teriakan jemaah tersebut, menjawab diplomatis. "Tadi sempat disampaikan akan tuntaskan Jakarta masih fokus Jakarta teruskan dulu Jakarta. Setelah Jakarta selesai baru pikiran berikutnya apa," ucap Anies.


Teriakan Anies Presiden ini belakangan makin sering terjadi. Sebelumnya di perhelatan MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat dan arena pelantikan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, pertengahan bulan lalu.


Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai kian tingginya antusias publik mendukung Anies maju sebagai calon presiden, senafas dengan temuan lembaga surveinya. Bahwa mantan Rektor Paramadina itu selalu bersaing ketat di tiga besar elektabilitas capres tertinggi, bersama Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.


Dalam simulasi tiga nama survei periode 11-21 Februari 2022, sebutnya, tidak jauh berbeda dengan temuan survei bulan Desember lalu. Prabowo menempati posisi elektabilitas tertinggi 32,7 persen. Disusul Ganjar (30,8 persen) dan Anies Baswedan (24,9 persen). 


Dengan elektabilitas dua digit, wajar jika kemana pun Anies pergi, ia akan dengan mudah bertemu dengan massa pendukungnya.


"Semeriah apa sambutan atau teriakan dari massa pendukung mereka tersebut itu sangat bergantung pada kepandaian dari masing-masing bakal calon dalam memanfaatkan momen tertentu," kata Bawono kepada Rakyat Merdeka tadi malam.


Apalagi, tren elektabilitas Prabowo belakangan terus melemah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kondisi ini diperkirakan bisa jadi berkah bagi bakal calon lain untuk menguat. Termasuk Anies.


"Apabila dibandingkan survei Desember akhir tahun lalu temuan survei kali ini juga menunjukkan dukungan terhadap Prabowo saat ini cenderung melemah. Pada survei Desember lalu elektabilitas Prabowo Subianto 35,4 persen," kata Bawono kepada Rakyat Merdeka tadi malam.


Terbukti, dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Kamis (7/4) lalu, turunnya elektabilitas Prabowo membawa berkah untuk Anies dan Ganjar. Elektabilitas mereka menguat.


Ganjar naik dari 8,8 persen pada survei Maret 2021 menjadi 18,1 persen pada Maret 2022. Demikian pula dengan Anies, suaranya naik dari 11,2 persen menjadi 14,4 persen.


****

Ikuti perkembangan berita lainnya, dengan cara klik akun Instagram TIMES, lalu pencet tombol follow. Semakin banyak yang follow, maka kami akan semakin bersemangat mencari dan menyuguhkan berita lucu, penting, dan menarik untuk anda.

****