Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Yusril Menghadap Jokowi, Hampir 1 Jam Di Istana Merdeka, Bahas Apa?

Nov 22, 2021

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra diketahui menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, tadi siang, Senin (22/11). Pertemuan di tengah isu reshuffle jelang Rabu Pon tanggal 8 Desember 2021 ini menimbulkan banyak spekulasi. Ada hajatan apa sebetulnya?


Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Foto: IST


JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu datang menghadap Jokowi sekitar pukul 11 siang. Hampir 1 jam Yusril melakukan pertemuan dengan Jokowi di Istana Merdeka. 

Apa sebetulnya yang dibahas?


Dalam pertemuan yang juga dihadiri Mensesneg Pratikno itu, Yusril mengaku hanya ingin mengemukakan niatnya untuk membantu Presiden mendalami berbagai permasalahan hukum tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang RUU-nya kini sedang dibahas dengan DPR.


Permasalahan hukum itu, sebut Yusril antara lain soal kepastian hukum mengenai pertanahan di IKN. Yusril yang juga menjadi lawyer beberapa perusahaan pengembang raksasa dalam dan negeri akan mengorganisir peranan swasta yang berkeinginan membangun commercial area di IKN. 


Pembiayaan sepenuhnya dilakukan oleh swasta sesuai peruntukan lahan mengikuti master plan IKN. “Tanpa pengembangan commercial area, IKN bisa menjadi kota hantu” kata Yusril yang diiyakan oleh Presiden. 


Ia memastikan, pihak swasta ini sedikitpun tidak akan memberatkan dan membebani Pemerintah. Mereka ingin menanam modal dan membayar lahan sesuai ketentuan Pemerintah.


Kepala Negara menyambut baik masukan dan pendapat terkait pembangunan IKN. Terkait aspek-aspek hukum, Presiden menyerahkan detil-detil permasalahannya untuk didiskusikan dengan Mensesneg Pratikno dan Menteri PPN/Ketua Bappenas Suharso Manoarfa.


"Presiden sangat antusias membahas IKN dan berharap pembangunan IKN dan kepindahan Ibu Kota ke Kaltim tersebut berjalan sesuai rencana," pungkas Yusril. 


Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor tak banyak berkomentar ketika dikonfirmasi apakah dalam pertemuan itu juga membahas persoalan perombakan kabinet jelang Rabu Pon, 8 Desember mendatang. Ia cuma tersenyum lebar.