Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Respons Ketua Bapilu PDIP Soal Gibran Yang Didorong NU Jadi Gubernur DKI

Sep 13, 2021

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto buka suara merespons dukungan dari sejumlah pihak agar putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024 mendatang.

Ketua Bapilu DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto.

JAKARTA - Politisi Banteng yang karib disapa Bambang Pacul ini meminta pihak-pihak yang menjagokan kandidat tertentu untuk tidak lebay atau melebih-lebihi. Karena setiap kandidat kepala daerah harus mengikuti semua prosedur yang ada terlebih dahulu. Khususnya kandidat yang ingin dijagokan PDIP.


"Jadi mohon ijin, kalau yang kayak begini ini ikuti mekanisme ata prosedur yang ada. Begitu saja. Jangan terlalu melebih-lebihi. Ikuti proses dulu," kata Bambang, ketika dikonfirmasi, kemarin.


Kendati demikian, Ketua Umum DPD PDIP Jawa Tengah ini tak mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang mulai menjagokan kandidat tertentu untuk maju sebagai Gubernur DKI. Salah satunya Gibran.


"Ya monggo saja, tapi kalau partai belum ada pikiran apapun ke sana (Pilkada, red)," sambungnya.


Karena Pilkada menurutnya masih jauh. Sekitar 3 tahun lagi. Sementara sebelum Pilkada, ada 2 hajatan yang tak kalah penting untuk dipersiapkan yakni Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang bakal digelar pada 21 Februari 2024.


Yang terdekat, adalah tahapan persiapan partai peserta Pemilu 2024, pada April 2022. Sekitar 6-7 bulan lagi. "Kemudian bicara soal Pilkada, kalau gak salah 29 November 2024. Masih sangat jauh. Sehingga partai belum berpikir ke sana," jelasnya.


Jika pun kemudian ada yang berminat ingin dijagokan PDIP dalam kontestasi Pilkada, Ketua Umum DPD PDIP Jawa Tengah ini bilang prosedurnya masih sama seperti sebelumnya. Ada proses penjaringan dan penyaringan. "Tapi road map kita itu setelah Pileg dan Pilpres. Setelah Pileg dan Pilpres baru berpacu ke situ, Pilkada," terang dia.


Soal tenggang waktu setelah Pileg dan Pilpres menuju Pilkada, sekitar 10 bulan, menurut Bambang lebih dari cukup untuk melakukan serangkaian persiapan Pilkada 2014 yang serentak dilakukan.


"Sangat cukup. Karena PDIP perjuangan punya instiusi organisasi sebagaimana kewenangan masing-masing. Tinggal koordinasi. Tingkat kabupaten/kota ya di DPC, untuk provinsi di level DPD. Gak ada masalah," tandasnya.


Belum lama ini, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Samsul Ma’arif menilai Wali Kota Solo Gibran sudah layak memimpin Ibu Kota. Sosok yang dijulukinya sebagai Gus Gibran itu cukup syarat untuk naik kelas sebagai Gubernur DKI Jakarta.