Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Soal Kuota Haji, Saudi: Bukan Karena Vaksin & Diplomasi

10 Jun 2021

Sepekan sudah pembatalan keberangkatan jemaah haji diumumkan pemerintah. Selama itu pula, aneka hoax berkembang merespons keputusan tersebut.


Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi saat berkunjung ke kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (8/6). FOTO: MUI

JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi tidak tinggal diam. Dia gerak cepat meluruskan hoax-hoax itu.

Essam mengklarifikasi sejumlah isu yang berkembang terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia ketika bertandang ke Kantor MUI Pusat di Jakarta, Selasa (8/6) lalu.

Dia bilang, pembatalan haji sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi. Sang Dubes juga memastikan, hubungan Indonesia dan Saudi baik-baik saja.

Klik: Wamenag Puji Usaha Dubes Saudi Luruskan Hoax Soal Haji


Pun juga tidak karena merek vaksin Covid-19 yang dipakai Indonesia. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa jemaah haji Indonesia batal berangkat haji karena vaksin Covid-19 asal China yakni Sinovac tidak diakui penggunaannya oleh Arab Saudi.

"Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media," jelas Essam melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6).

Ia memastikan, sampai saat ini Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan ibadah haji ke negara manapun, termasuk Indonesia. "Ini tidak lain karena jika dilaksanakan, ibadah haji tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19," ucapnya.

Klik: DPR Apresiasi Dubes Saudi, Luruskan Hoax Soal Haji


Tahun lalu, sebutnya Pemerintah Saudi juga menangguhkan kuota haji seluruh negara. Pertimbangannya sama, untuk menjaga keselamatan umat Islam dan jemaah haji dari penularan Covid-19.

Ibadah haji tetap digelar, tapi hanya terbatas dari jemaah yang berdomisili di Arab Saudi saja. Yakni sekitar 1.000 orang.

Pun demikian dengan tahun ini. Kasus Covid-19 masih aktif. Karena itu, otoritas Saudi sampai sekarang belum mengambil keputusan apapun terkait haji.

"Saya tegaskan, sampai hari ini Arab belum mengumumkan seperti apa penyelenggaraan haji akan digelar. Dan kita belum tahu negara manapun yang mendapat persentase kuota dan izin haji tahun ini," ucapnya.

Klik: Alasan Menag Kembali Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji


Essam menghormati keputusan Pemerintah Indonesia yang kembali membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini.

"Kita berdoa kepada Allah, semoga segera mengangkat virus ini. Dan segera membuka pintu haji dan jemaah umroh Indonesia sepanjang tahun," tutupnya. (*)