Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Hati-hati Lho! Kalau Jatim 'Batuk' 16 Provinsi Meriang

Jun 12, 2021

Provinsi Jawa Timur (Jatim), ternyata punya peran strategis dalam menyangga logistik di 16 Provinsi. Separuh Indonesia. Hati-hati saja kalau dia 'batuk'. Karena 'dropletnya' bisa bikin banyak provinsi 'meriang'


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan paparan di Seminar Nasional dan Rakerwil Asosiasi Media Siber Indoenesia (AMSI) Jawa Timur 2021, Jumat (11/6). FOTO: IST

SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencatat, hampir sekitar 80 persen bahan logistik di 16 provinsi itu saat ini disokong oleh provinsinya. Sebagian besar adalah provinsi di bagian timur Indonesia.

"Di luar Sulawesi Selatan," kata orang nomor satu di Jatim, saat bicara di Seminar Nasional dan Rakerwil Asosiasi Media Siber Indoenesia (AMSI) Jawa Timur 2021, Jumat (11/6).

Karena itu, figur sentral Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini harus lebih cekatan menjaga agar provinsi yang dipimpinnya itu tidak 'batuk'

"Karena, jika 'batuk' maka dropletnya itu bisa sampai ke Ibu kota DKI Jakarta," tuturnya.

Kini, Jatim yang menjelma sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, harus menjaga stamina, semangat dan kohesifitasnya. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, yang belum reda.

"Jatim sebuah kekuatan yang luar biasa," sebut mantan Menteri Sosial ini.

Untuk menjaga kedigdayaannya, Gubernur perempuan pertama Jatim ini menekankan pentingnya percepatan perizinan dan sektor pelayanan maupun kebijakan.

Khofifah lalu menggagas inovasi pelayanan perizinan itu lewat program Jatim Online Single Submission (JOSS). Sebagaimana dituangkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020.

Sistem JOSS, jelasnya terintegrasi dengan sistem elektronik yang dibangun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). "Tujuannya untuk mempermudah perizinan di bawah kewenangan Pemprov Jatim," sebut Khofifah.

Program ini, tampaknya direspons positif oleh dunia usaha. Dampaknya cukup signifikan. Terbukti, dari realisasi investasi tahun lalu yang melonjak tajam.

"Ralisasi investasi Jatim tahun 2020 yaitu Rp. 78,3 Trilliun. Itu adalah yang tertinggi selama lima tahun terakhir," sebutnya.

Tentu, digitalisasi investasi itu berefek kemana-mana. Selain realisasi investasi meningkat, ekonomi juga tumbuh melesat.

"Tumbuhnya ekonomi sebesar 33,8 persen. Dimana angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berkisar diangka 2,1 persen," tuturnya. (MA)