Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Kalau Emak-emak Galak, Pandemi Selesai

May 12, 2021

Peran ibu rumah tangga dalam mencegah penularan Covid-19, khususnya di Hari Raya Idul Fitri cukup strategis. Bahkan, para emak-emak ini kudu galak sama keluarga termasuk tamu yang tidak patuh sama protokol kesehatan (prokes).


Istri Gubernur DKI Jakarta Fery Farhati menggelar diskusi tentang Peran Ibu Cegah Klaster Idul Fitri dengan Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono, Selasa (12/5). Diskusi digelar secara live di Instagram. Foto: Tangkapan Layar Instagram

JAKARTA - Hal itu disampaikan epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono saat menjadi narasumber program Kelas Sore yang dipandu istri Gubernur DKI Jakarta Fery Farhati, Selasa sore (11/5). Diskusi digelar secara live di Instagram.

Judul diskusi hari itu adalah Peran Ibu Cegah Klaster Idul Fitri. Pandu mengaku cukup antusias dengan judul diskusi yang diambil. Karena kunci menekan penularan Covid-19 sebetulnya ada di keluarga.

Ia mengambil contoh kasus pertama, kedua dan ketiga Covid-19 di Indonesia. Ketiga warga Depok yang terpapar itu adalah satu keluarga, ibu dan anak. Kasus keluarga serupa kini banyak ditemukan di seluruh Indonesia.

"Kalau semua ibu-ibu di Indonesia galak, dalam mengingatkan pakai masker. Insya Allah pandemi ini segera selesai," kata Pandu.

Karena, sambung dia Covid-19 ini juga adalah penyakit perilaku. Behaviour. Jika semuanya disiplin, otomatis penularannya berhenti. Tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga masyarakat. Khususnya dalam lingkup keluarga.

Pandu menyarankan agar silaturahmi Idul Fitri di tengah pandemi diutamakan untuk keluarga inti saja. Untuk kerabat jauh, sebaiknya silaturahmi dilakukan secara virtual saja. "Kalau keluarga jauh datang sebaiknya dihindari," sarannya.

Meskipun silaturahmi tatap muka hanya dilakukan dengan keluarga inti, ibu-ibu juga diminta menyediakan tempat cuci tangan. Tidak harus hand sanitizer. Sebab air mengalir juga ampuh membersihkan tangan dari kuman. "Kalau sanitizer kan mengandung alkohol, kan ibu-ibu gak mau tangannya jadi kasar," imbuhnya.

Pandu juga menyoroti budaya salam tempel, berbagi angpao atau kado Idul Fitri. Jebolan University of Pittsbrug, Amerika Serikat ini menyarankan agar ibu-ibu mengutamakan kepada anak-anak yang disiplin menerapkan prokes.

"Ibu-ibu jangan kasih kalau dia tidak pakai masker," candanya.