Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Bang Yos Pastikan Prabowo Aman Di Amerika

14 Oktober 2020
Sutiyoso adalah salah satu jenderal yang pernah mengalami percobaan penangkapan ketika melakukan kunjungan dinas ke luar negeri. Namun, ia menghibur Prabowo Subianto, yang kini diundang ke Amerika Serikat. Eks Kepala BIN itu memastikan, Menhan akan aman di negeri Paman Sam.

  • Prabowo Subianto (kiri) memberi hormat kepada Sutiyoso atau karib disapa Bang Yos dalam salah satu kesempatan pemberian dukungan untuk Prabowo-Sandi di Pilpres lalu. Foto: Twitter

JAKARTA - Bang Yos, sapaan akrabnya, dikerjain Polisi Federal Australia tahun 2007 silam. Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, ia memenuhi undangan pemerintah Negara Bagian New South Wales, Australia. Guna menandatangani perjanjian kota kembar Sydney-Jakarta.

"Kedatangan saya di Australia resmi diundang Gubernur New South Wales, Australia," kisah Bang Yos, Senin (12/10) malam.

Sehari sebelum acara, Bang Yos yang masih jetlag karena baru mendarat, kaget. Pintu kamar tempat dia menginap: Hotel Shangri-La, Sidney, dibobol Polisi Federal menggunakan master key yang diambil dari petugas hotel.

Polisi Negeri Kangguru itu langsung nyelonong masuk. Mereka menyampaikan panggilan pengadilan kepada Sutiyoso, dengan menunjukkan lencana kepolisian.

Eks Pangdam Jaya itu diminta menjadi saksi dalam kasus Balibo Five. Yaitu, kasus penyerangan militer ke Timor Timur pada tahun 1975. Ada 5 wartawan asing yang tewas dalam peristiwa itu. Dimana 2 diantaranya adalah wartawan Australia.

Bang Yos mengaku tersinggung diperlakukan demikian. Karena, ketika itu dirinya berstatus sebagai tamu negara. Dia marah, lalu meminta protokolernya mengusir polisi tersebut. "Saya protes," tegas Bang Yos.

Wujud protesnya, Sutiyoso langsung angkat kaki dari Australia malam itu juga. Padahal, acaranya baru akan berlangsung besok sore, 30 Mei 2007 silam.

Kejadian 13 tahun lalu itu masih berbekas hingga saat ini. Meskipun Pemerintah Australia sudah menyampaikan permintaan maaf. 

"Pemerintah Australia mengutus Duta Besar dan Panglima Angkatan Bersenjata Australia dan mengirim surat permintaan maaf resmi," ingatnya.

Selain itu, Pemerintah Australia juga mengakui kekeliruannya. Karena yang tengah diincar sebetulnya bukan Bang Yos. Akan tetapi, Menteri Penerangan di era Presiden BJ Habibie. 

Perwira TNI berpangkat Letjen ini pernah terlibat dalam Operasi Seroja atau invasi Indonesia atas Timor Timur, yang kini telah menjadi negara Timor Leste. "Kalau saya kan murni kekeliruan dari Polisi Federal. Saya dikira pak Yunus Yosfiah," tandasnya.

Apakah kejadian serupa juga akan menimpa Prabowo?

Banyak pihak khawatir atas kepergian Menhan Prabowo memenuhi undangan Amerika. Karena eks Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu pernah diduga tersangkut pelanggaran HAM masa lalu. Hingga, 20 tahun terakhir diblokir datang ke Amerika.

Tapi, Bang Yos menghibur. Prabowo dipastikan akan baik-baik saja. "Kalau pemerintah Amerika mengeluarkan visa, apalagi kehadirannya Prabowo Subianto atas undangan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, saya pastikan aman. Mereka juga harus menjaga etika diplomatik antar bangsa," tuturnya.

Prabowo juga tidak takut. Bahkan di tengah serangan pandemi Covid-19. Ketika menerima undangan tersebut, Ketum Partai Gerindra itu mengaku langsung melapor ke Presiden Jokowi. 

"Saya lapor Presiden, 'Pak, saya dapat undangan dari Amerika Serikat'. Presiden mengatakan, 'Ya harus berangkat'. 'Ya siap'," ucap Prabowo, dalam video wawancara khusus courtesy DPP Partai Gerindra yang diterima Rakyat Merdeka, Senin (12/10) malam.

Kunjungan dinas Prabowo ke AS diagendakan berlangsung pada tanggal 15-19 Oktober ini. Di sana, ia akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Mark T Esper. 

Mengutip laman defense.gov, sebelum undangan itu tiba, Prabowo dan Esper sudah berkomunikasi pada 4 Agustus 2020. Selain membahas soal keamanan maritim, pertahanan hingga latihan militer, keduanya juga janjian ketemuan lewat sambungan telepon. 

Sekalian terima kasih, karena Amerika sudah membantu ventilator untuk penanganan Covid-19 di Indonesia, dan bantuan 12,3 juta dolar AS atau sekitar Rp181,6 miliar.

Lalu kapan Prabowo berangkat?

Ternyata, Prabowo sudah terbang beberapa hari yang lalu. Namun, Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak tidak menyebutkan secara detil hari dan tanggalnya. 

"Sudah, beberapa hari lalu," kata Dahnil ketika dikontak, kemarin.

Eks Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu juga menjelaskan, bahwa kunjungan dinas Prabowo kali ini tidak hanya di Amerika. Akan tetapi juga dengan beberapa negara lain.

Sebelum bertemu Menhan Ester, kata Dahnil, Prabowo juga memenuhi pertemuan lain dengan beberapa negara di Eropa. Bahkan, setelah pertemuan di Amerika, Prabowo juga tidak langsung bertolak ke Tanah Air. Ia melanjutkan beberapa pertemuan lagi secara marathon di Eropa, membahas pertahanan.

Lalu bagaimana Prabowo menyikapi kekhawatiran sejumlah kalangan, agar dijamin Pemerintah AS tak ditangkap ketika berkunjung ke sana?

Dahnil menilai kekhawatiran itu berlebihan. "Posisi Pak Prabowo berangkat kan enggak ada masalah. Atas undangan resmi pemerintah Amerika. Kita semua menghargai undangan itu," pungkasnya.