Cacar Monyet Mulai Masuk Indonesia, Kenali Proses Penularan dan Gejalanya

Virus ini juga bisa ditularkan dari plasenta ibu hamil ke janin yang sedang dikandungi
Penularan virus cacar monyet terus mengalami peningkatan. Bahkan di Indonesia sudah ditemukan beberapa orang yang memiliki gejala atau suspek dari virus tersebut
Ilustrasi. Foto: Freepik.com

JAKARTA - Penularan cacar monyet dapat terjadi ketika adanya sentuhan dengan virus dari hewan atau manusia yang sudah terinfeksi atau bahan yang sudah terkontaminasi dengan virus tersebut.

Dikutip dari Litbang.Kemenkes.go.id, virus ini juga bisa melewati plasenta dari ibu hamil ke janin yang sedang dikandungnya.

Penyebaran dari hewan ke manusia terjadi lewat gigitan atau cakaran. Sedangkan dari manusia ke manusia tertular lewat kontak langsung dengan luka infeksi, koreng dan cairan tubuh penderita. Selain itu juga bisa melalui droplet pernapasan saat melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Adapun gejala- gejala yang ditimbulkan pada manusia, sebenarmya hampir sama dengan gejala cacar air. Namun agak sedikit lebih ringan. Perbedaan utamanya adalah cacar monyet bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, sedangkan cacar air tidak.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 sampai 13 hari, namun dapat juga dari 5 hingga 21 hari. Dalam 1 hingga 3 hari setelah demam, penderita biasanya akan mengalami ruam pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Secara umum, gejala dari cacar monyet itu meliputi, sakit kepala, demam akut, pembengkakan kelenjar getah bening dan nyeri otot. Kemudian punggung juga terasa sakit dan terjadi Asthenia atau kelemahan pada tubuh serta adanya benjolan berisi air di sekujur tubuh.