Gacor, Selama Covid-19, Kekayaan Menteri Sakti Wahyu Trenggono Meningkat Hingga Rp 1 Triliun.

Sakti Wahyu Trenggono merupakan menteri terkaya kedua setelah Sandiaga Uno
Beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Maju di era Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin diketahui memiliki harta yang sangat fantastis.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Kolase Foto Instagram @swtrenggono

JAKARTA - Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2021 yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nilai harta kekayaan para menteri Jokowi tersebut berkisar mulai dari yang terendah Rp 4 miliar hingga yang tertinggi Rp 10 triliun.

Pada saat Indonesia sedang dilanda Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama hampir tiga tahun, beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju justru tercatat mengalami kenaikan harta kekayaan yang sangat signifikan. Salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Saat ini, Sakti Wahyu merupakan sosok menteri yang memiliki harta kekayaan terbanyak nomor dua diantara para menteri yang lain. Ia hanya kalah dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, yang menduduki posisi teratas sebagai Menteri Jokowi terkaya, berdasarkan LHKPN KPK tahun 2021.

Saat Times.id mengakses laman elhkpn.kpk.go.id, Harta kekayaan Wahyu Sakti terlihat mengalami peningkatan yang cukup tajam. Tak tanggung-tanggung, harta menteri yang menggantikan posisi Edhy Prabowo karena tersandung kasus korupsi ekspor benih bening lobster itu meningkat hampir mencapai Rp 1 triliun selama dua tahun.

Pada laporan tahun 2019, harta kekayaan Sakti Wahyu Trenggono tercatat hanya sebesar Rp 1,947 triliun, dimana pada waktu itu ia masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Kemudian, pada laporan tahun berikutnya atau tahun 2020, kekayaannya meningkat sebanyak 481 milyar menjadi Rp 2,428 triliun.

Sedangkan laporan harta kekayaan terbaru yang dilaporkannya pada tahun 2021, Harta dari mantan wakil Prabowo Subianto itu melonjak hingga mencapai Rp 2,948 triliun atau naik sebesar Rp 519 milyar.

Terlepas dari mana asal usul peningkatan harta itu diperoleh, namun hal ini tetap menjadi sorotan publik. Karena disaat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sedang tak menentu, beberapa pejabat negara justru diketahui semakin tajir alias kaya raya.