Intip Harta Kekayaan Akmal Sebelum dan Sesudah Jadi Bupati Abdya: Naik Hampir 4 Kali Lipat dari Rp 4 Miliar ke Rp 13 Miliar

Sebagian besar hartanya dalam bentuk tanah dan tidak ada utang.
Akmal Ibrahim tercatat sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Aceh Barat Daya. Pertama, periode 2007 sampai 2012. Lalu periode kedua, 2017 sampai 2022. Tentu ada yang penasaran, berapa harta kekayaan Akmal sebelum dan sesudah jadi Bupati?

Akmal Ibrahim. Foto: Wikipedia

BLANG PIDIE - Tidak haram hukumnya mengintip harta kekayaan pejabat negara. Karena setiap pejabat negara diwajibkan melaporkan harta kekayaannya ke KPK secara periodik.

Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ini kemudian dipublikasikan secara terbuka dan bisa diakses oleh siapa saja secara daring di portal KPK.

Jika membandingkan harta kekayaan Akmal sebelum menjadi pejabat, tentu merujuk pada LHKPN tahun 2006. Saat itu mantan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia itu mengantongi kekayaan Rp4,6 miliar. Tepatnya Rp 4.690.650.000 pada tanggal lapor 18 Oktober 2006.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan rincian dari kekayaannya itu tidak bisa diakses. Begitupun dengan LHKPN tahun 2012, akhir masa jabatan di periode pertama. Keterangan di website elhkpn.kpk.go.id disebutkan belum ada data.

Sementara LHKPN tahun 2016, saat hendak menjabat Bupati di periode kedua harta kekayaan Akmal dilaporkan mencapai Rp 9 miliar. Tepatnya Rp 9.037.221.493. Rinciannya juga tidak bisa diakses. Keterangan di situs tersebut: file tidak ditemukan.

Rincian harta kekayaan Akmal baru bisa diakses untuk LHKPN tahun 2021. Jelang berakhirnya masa jabatan sebagai Bupati.

Dalam laporan terakhir itu, tanggal 31 Desember 2021, ia tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp 13,8 miliar. Tepatnya Rp 13.875.185.498. Naik hampir empat kali lipat dari sebelum menjadi bupati.

Sebagian besar hartanya dalam bentuk tanah dan bangunan, yang mencapai Rp 13.135.000.000. Tanah dan bangunan tersebut sebagian besar terletak di Kabupaten Aceh Barat Daya. Namun ada juga yang berada di Aceh Besar, Kota Banda Aceh. Bahkan ada di Jakarta Timur yang bernilai hingga Rp 1 miliar.

Harta lain, berwujud alat transportasi dan mesin yang berjumlah Rp 540 juta. Disana Akmal disebutkan memiliki 5 buah mobil, yang terdiri dari tiga Mobil Mitsubishi Colt Minibus dengan total nilai Rp 250 juta, satu mobil Toyota Yaris seharga Rp 80 juta dan satu mobil Mitsubishi Suv Minibus atau Pajero Dakar senilai Rp 210 juta.

Selain itu, Akmal juga melaporkan harta kekayaannya dari jenis harta bergerak lainnya sebesar Rp 176.950.000, serta harta dari kas dan setara kas yang bernilai Rp 23.235.498.

Dalam laporan tersebut, Akmal juga diketahui tidak memiliki hutang sama sekali alias nihil. Itu harta kekayaan yang dilaporkan. Belum diketahui, apakah masih ada yang belum dilaporkan?

Bagaimana pula dengan harta kekayaan pasangannya di periode kedua: Muslizar MT? Simak laporan Times.id selanjutnya.