Isu Riwayat Pendidikan Jaksa Agung Berbeda, Ini Bantahan Kejagung

Sempat beredar isu soal latar belakang pendidikan Jaksa Agung ST Burhanuddin berbeda, dengan data resmi yang dirilis website Korp Adhyaksa. Namun Kejaksaan Agung membantah, dan memastikan data yang tersebar salah.


Jaksa Agung Burhanuddin. Foto: IST

JAKARTA - Terkait hal yang beredar tersebut, dibantah secara tertulis lewat
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak Kamis kemarin.

Leonard menjelaskan, riwayat pendidikan Jaksa Agung yang benar adalah tercatat secara resmi dalam dokumen dan data, yaitu di Biro Kepegawaian Kejaksaan RI. Ia juga menjelaskan, bahwa dalam akta tersebut tertulis, Jaksa Agung menjalani pendidikan di tiga Universitas berbeda.

Strata 1 di Universitas 17 Agustus Semarang, Strata II di Sekolah Tinggi Manajemen Labora DKI Jakarta, dan terakhir Strata III Universitas Satyagama DKI Jakarta.

"Dokumen dan data pendidikan di atas sama dengan yang digunakan pada acara pengukuhan Guru Besar Tidak Tetap Bidang Ilmu Hukum Pidana di Universitas Jenderal Soedirman," terangnya.

Sebelumnya, dalam sejumlah foto yang beredar, menyebutkan riwayat pendidikan Burhanuddin di jenjang S1 hingga Strata 2 berbeda-beda merujuk sejumlah sumber.

Seperti pada buku pidato pengukuhan dirinya sebagai profesor beberapa waktu lalu dan situs resmi milik Kejaksaan RI. Disebutkan Burhanuddin merupakan lulusan sarjana hukum Universitas Diponegoro, dwngan tahun kelulusan 1980.

Hal tersebut memang sempat beredar di pemberitaan media massa dan media sosial. Termasuk pendidikan pasca sarjana Burhanuddin disebutkan pada Manajemen Universitas Indonesia (UI) pada 2001.