Baliho Dicorat-coret, Lawan Politik Puan Mulai 'Main Kasar'?

Pakar komunikasi politik Ujang Komarudin menilai aksi vandalisme yang menyasar baliho Puan Maharani tak bisa ditolerir. Besar kemungkinan karena persaingan internal maupun eksternal. Wah lawan politik Puan mulai 'main kasar' ya?

Baliho Ketua DPR Puan Maharani di salah satu persimpangan lampu merah. Foto: TWITTER

JAKARTA - Sejumlah baliho Ketua DPR Puan disemprot tulisan bertendensi negatif. Antara lain: OPEN BO, kata yang sering dipakai penjaja seks online ketika mempromosikan jasanya di sosial media.


Mantan Staff Khusus Ketua DPR Ujang mengatakan langkah yang diambil PDIP dalam merespons aksi vandalisme itu sudah tepat. Yakni menempuh lewat jalur hukum. Sebab, aksi semacam ini tak boleh dibiarkan.

"Aksi vandalisme tersebut jika dibiarkan maka akan semakin besar dan mungkin akan masif terjadi dibanyak daerah lain," kata Ujang ketika dikonfirmasi tadi malam.

Dampak lainnya, nama besar PDIP bisa tercoreng. Puan pun akan sulit bergerak untuk membangun pencitraan.

Lalu apa motif di balik aksi vandalisme baliho politisi PDIP ini?

Ujang memprediksi ada motif pertarungan politik. "Bisa jadi persaingan di internal atau bisa juga persaingan dengan pihak eksternal," ungkapnya.

"Atau bisa juga ada pihak lain yang ingin bermain di air keruh. Karena kita negara hukum, tentu jalur hukum itu langkah yang pas," sambung Ujang.

Tadi malam, satu terduga pelaku vandalisme baliho Puan sudah diamankan di Polresta Surabaya. Namun identitas pelaku belum diungkap. Sementara pelaku vandalisme di Blitar masih dalam tahap penyelidikan.

Seperti diketahui, Puan masuk  dalam radar kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Ia disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat yang bakal dipilih PDIP, dari sejumlah nama kader potensial PDIP yang muncul ke permukaan dan unggul di sejumlah lembaga survei.