Diberdayakan oleh Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Diserang Israel, Ini Usaha Jokowi Bantu Perjuangan Palestina

12 Mei 2021

Presiden Jokowi tidak tinggal diam melihat tindakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina. Tak sekedar mengutuk. Tapi ada sejumlah upaya konkret yang dilakukan. Apa saja itu?


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: IST

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan posisi tegas Indonesia terkait tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Yang disertai dengan penyerangan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsha. Semua tindakan tersebut, sebut Retno tak dapat dibiarkan.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mengutuk tindakan tersebut," kata Retno di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Rabu (12/5).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sejak awal kepemimpinannya menyatakan dukungan penuh untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan itu bahkan disampaikan secara terbuka di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke 75, Rabu 23 September 2020 lalu.

Nah, berikut ini sejumlah usaha nyata yang ditempuh pemerintah dalam membantu Palestina melawan kekerasan Israel:

1. Mendesak Dewan Keamanan PBB turun tangan


Menlu Retno bilang, Presiden Jokowi mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus dilakukan oleh Israel.

DK PBB diminta untuk menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina. Sebab, kata Retno sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina diganggu oleh Israel.

Dalam hal ini, Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya. "Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” sambung Menlu.

Seperti diketahui, pada 8 Juni 2018, Indonesia pernah terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020. Bersama Jerman, Belgia, Afrika Selatan dan Republik Dominika.

Namun, terhitung sejak Desember 2020, status Indonesia dan 4 negara lainnya sebagai anggota tidak tetap DK PBB berakhir. Digantikan oleh India, Kenya, Meksiko, Irlandia dan Norwegia.

2. Berjuang lewat Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP)


Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP) adalah komite di bawah Majelis Umum PBB yang dibentuk tahun 1975.

Indonesia adalah salah satu negara anggota biro dan memangku jabatan sebagai wakil ketua dalam komite tersebut.

Lewat lembaga itu, Retno memastikan pemerintah Indonesia terus mencermati setiap perkembangan baru yang terjadi di Palestina dan mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan. Khususnya yang terjadi di Jalur Gaza, yang menyebabkan munculnya puluhan korban jiwa dari warga sipil.

3. Lobi OKI dan GNB bantu Palestina


Pemerintah Indonesia tak bisa berjuang sendiri membela Palestina. Karena itu, Retno bilang banyak pihak yang harus diajak untuk mengerahkan segenap tenaga untuk membantu Palestina.

"Indonesia juga mengusulkan agar OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan GNB (Gerakan Non-Blok) dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas masalah ini," pungkasnya.

Tapi, apa usaha-usaha itu cukup untuk menghentikan kekejaman Israel?