Homepage Widgets (ATF)

Homepage Widgets

Korporasi Tambang Mewabah di Abdya, Politisi PDIP: Lawan Dengan Koperasi

PDIP menilai warga Abdya perlu segera melakukan konsolidasi agar tidak semakin terhimpit.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masady Manggeng mengajak warga Aceh Barat Daya (Abdya) untuk melakukan perlawanan terhadap korporasi tambang yang kian mewabah di Abdya dengan koperasi.

Masady Manggeng

BLANG PIDIE— Politisi PDIP asal Abdya itu menyebut ekspansi korporasi di sektor tambang dan perkebunan berpotensi menimbulkan banyak kerusakan.

“Yang tertinggal bukan kesejahteraan, melainkan luka ekologis. Sawit menelan kampung, tambang merobek perut bumi,” kata Masady dalam keterangannya, Selasa (26/8).

Menurutnya, masyarakat tidak bisa lagi hanya menjadi penonton ketika ruang hidup dikuasai perusahaan besar. Apalagi generasi mendatang berisiko hanya mewarisi lahan kritis dan lubang tambang.

“Kalau rakyat melawan sendirian, pasti kalah. Kalau rakyat mengadu, suaranya tenggelam. Maka jalan satu-satunya adalah bersatu lewat koperasi,” ujarnya.

Masady menilai koperasi bukan sekadar wadah simpan pinjam. Koperasi, lanjutnya, adalah alat perjuangan ekonomi rakyat. Petani bisa menentukan harga gabahnya, nelayan bisa mendapatkan solar dan peralatan dengan harga wajar, dan warga bisa mengelola lahan secara kolektif.

“Bung Hatta membayangkan koperasi sebagai benteng rakyat melawan monopoli. Itu harus kita hidupkan kembali di Abdya,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sikap negara yang dinilai lebih banyak berpihak pada pemodal besar. Regulasi, kata Masady, lebih sering memberi kemudahan bagi perusahaan dibanding warga yang ingin mengelola tanahnya sendiri.

“Pemerintah berkali-kali mengecewakan. Aparat lebih sibuk mengawal perusahaan daripada mendengar jeritan rakyat,” tutur Masady.

PDIP menilai warga Abdya perlu segera melakukan konsolidasi agar tidak semakin terhimpit. Jika tidak, ekosistem penting seperti Kawasan Ekosistem Leuser, laut, hingga lahan produktif akan semakin terancam hilang.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Kita tidak boleh tercerai. Koperasi harus benar-benar hidup dan dikelola dengan jujur serta berani,” kata Masady.

Ia menegaskan kembali bahwa kekuatan rakyat akan kalah jika berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan koperasi, masyarakat bisa memiliki daya tawar terhadap korporasi tambang maupun perkebunan.

“Kalau lawanmu itu korporasi, jangan hadapi sendirian. Berkoperasilah,” pungkas Masady.