Usai Anak Buahnya Tersangka, Relawan Jokowi Minta Mendag Ikut Tanggung Jawab Kasus Ekspor CPO

Menteri Perdagangan Muhamad Luti diminta ikut bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi penjualan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) ke luar nege

Menteri Perdagangan Muhamad Luti diminta ikut bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi penjualan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) ke luar negeri.


Antrian minyak goreng di Sejahtera Swalayan, Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Sabtu (12/3). FOTO: KHAIRUL RIJAL


JAKARTA - Ketua Jokowi Mania (Joman) Imanuel Ebenezer menilai Lutfi sebagai pejabat tertinggi di Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mundur sebagai bentuk tanggung jawab, usai salah seorang anak buahnya yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri  (PLN) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, Selasa (18/4).


Dirjen PLN diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022. 


"Luhtfi ini memulai jabatannya dengan polemik. Dari salah bicara kue bipang, impor beras hingga minyak goreng dan lain-lain. Harusnya game over dia," kata sosok yang karib disapa Noel ini, dalam keterangannya Selasa (19/4/2022) malam WIB.


Noel melihat kepercayaan masyarakat kepada Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu tampak sudah surut terlalu jauh, setelah semua yang terjadi. Terlebih, penjelasan Mendag soal minyak goreng sebutnya seperti membela diri. 


"Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Lutfi sebelumnya banyak yang kontraproduktif dan tak menjadi solusi jitu dalam mengatasi permasalahan minyak goreng. Dia sudah gak mampu lagi," jelas pendukung Jokowi ini.


Aktivis 98 ini mendukung penuh Kejaksaan Agung untuk mengusut Lutfi. Penegakan hukum, menurutnya harus tanpa tebang pilih. Setidaknya kata Noel, masyarakat ingin melihat siapa yang menjadi mafia penggelapan minyaK goreng ini.


"Dia melempar tidak ada kartel. Yang ada malah sempat menuduhkan penyebab langkanya minyak goreng kepada masyarakat. Rakyat yang menimbun akibat panic buying. Ini kan edan, nyalahin rakyat," ujarnya.


"Kita harus dukung penuh ketegasan Kejaksaan Agung dalam menindak  kelangkaan minyak goreng dan mafia pangan ke meja hijau," pungkasnya.


Seperti diketahui, selain anak buah Mendag Lutfi, 3 bos perusahaan CPO juga jadi tersangka, yaitu; MPT berstatus Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, SM menjabat Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan PTS yang bekerja sebagai General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.