Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Cetak Eksportir Baru, Kemendikbudristek Luncurkan Digital Export Showcase

Jan 13, 2022

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam meresmikan Digital Export Showcase, galeri produk ekspor mahasiswa program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) menjadi eksportir baru 4.0 tahun ajaran 2021/2022.


Peresmian Digital Export Showcase, tahun ajaran 2021/2022 di Kantor Kemendikbudristek, Kamis (13/1/20212). FOTO: Valentino A

JAKARTA - Kegiatan ini digelar pada semester Gasal tahun ajaran 2021/2022 yang dilaksanakan oleh Sekolah Ekspor sebagai mitra program Kampus Merdeka Dikti.


"Ini hasil karya mahasiswa dari Aceh sampai Papua yang mengikuti Program Kampus Merdeka MSIB menjadi eksportir baru 4.0," katanya di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Kamis, (13/1).


Dalam semester genap tahun 2022, sekolah ekspor kembali diberi kepercayaan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dikti untuk menyelenggarakan pembelajaran ekspor di luar kampus dengan nama 'Digital Export'. 


Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, minimal sudah masuk semester lima.


"Di tengah situasi pandemi sekarang ini, menjadi eksportir adalah pilihan atau orientasi karier yang sangat menantang, yang tentunya menyatu dengan karakteristik generasi muda," sebutnya


Nizam menekankan, bahwa upaya memunculkan eksportir baru, khususnya dari kalangan muda, tidak dapat dilakukan secara instan dibutuhkan komitmen, etos bisnis, pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni serta penguasaan teknologi digital di era perdagangan dunia yang semakin online.


Dalam peresmian digital export showcase sebagai galeri ekspor produk mahasiswa, juga dilakukan pelepasan ekspor perdana produk MSIB Kampus Merdeka peserta sekolah ekspor. Diantaranya ke Taiwan, Pakistan, dan Jepang melalui PT Pos Indonesia.


"Kami berharap melalui program ini studi independen bersertifikat 'Digital Eskpor' yang diselenggarakan oleh sekolah ekspor pada semester genap 2022 ini akan tercetak setidaknya 500 eksportir baru dan menghasilkan lebih dari 200 produk siap ekspor untuk memasuki pasar global," tutup dia.


Sebagai informasi terdapat 198 produk yang dihadirkan oleh mahasiswa melalui program kampus merdeka tersebut. Seluruh produk ekspor tersebut dihasilkan oleh 777 mahasiswa dari 223 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.