Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Respons Warga Aceh, Menteri Sofyan: Sesama Bis Kota Dilarang Saling Mendahului

Oct 10, 2021

Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil berkunjung ke areal perkebunan PT Karya Putra Aceh (KPA) di Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (10/10).


Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengambil sendiri gulai khas Aceh Besar "kuah beulangong" di dalam belanga besar saat mengunjungi Kawasan Kebun Kurma Barbatee, Aceh Besar, Minggu (10/10). FOTO: IST

ACEH BESAR- Sofyan tiba di wilayah lahan Hutan Tanaman Industri HTI) itu sekitar pukul 10.30 WIB. Ia didampingi pengusaha Aceh Rusli Bintang, Stafsus Menteri ATR/BPN dan Ketua DPW Nasdem Aceh Teuku Taufiqulhadi, Walikota Langsa Usman Abdullah, Kepala Kanwil BPN Agustyarsyah dan anggota DPRK Aceh Besar Juanda Jamal.


Seratusan warga dan petani juga tampak menyambut menteri asal Aceh ini. Di sini lah kemudian terjadi perbincangan antara Menteri Sofyan dengan tokoh masyarakat setempat.


Juru Bicara Menteri ATR/BPN Taufiqulhadi bilang, di atas lahan HTI tersebut banyak masyarakat menggarap lahan untuk menanam durian, alpukat dan tanaman lainnya.

Termasuk digarap oleh korporasi seperti PT KPA.


"Karena itu, mereka mengharapkan Pak Sofyan, sebagai orang Aceh dan pelaku perundingan damai. Untuk mengabsahkan tanah garapan ini menjadi milik masyarakat," kata Taufiqulhadi.


Namun, Menteri Sofyan menjelaskan bahwa yang menetapkan lahan HTI menjadi lahan garapan masyarakat adalah wilayah kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Bukan wilayah kerjanya. 


"Dalam pemerintahan, katanya, ada kamar-kamar. Antara satu kamar dan lainnya beda tugas dan wewenangnya. Urusan lahan HTI itu tidak masuk kamarnya, tapi itu masuk kamar menteri KLHK," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Menteri Sofyan mengibaratkan kebijakan antar menteri seperti bis kota. Tidak boleh saling mendahului.


"Kami di Jakarta ada istilah, sesama bis kota dilarang saling mendahului," katanya, di sambut tawa meriah kelompok masyarakat yang hadir.


Ia menyarankan agar pelepasan tanah HTI itu diajukan kepada Menteri Siti. Ia meyakini Menteri dari Nasdem itu punya keinginan melepaskan lahan tersebut dengan program tertentu, yakni program TORA (tanah objek reforma agraria). 


Lewat program ini, penerima tanah juga akan diseleksi sesuai ketentuan. "Anggota masyarakat mana yang boleh menerima tanah itu," terang Sofyan.


Dalam kesempatan itu, Menteri Sofyan sempat menikmati makan siang dengan gulai khas Aceh Besar yakni "Kuah Beulangong". Yaitu gulai dengan bahan utama daging kambing dicampur nangka muda.


Sekitar pukul 1 siang Menteri Sofyan meninggalkan lokasi yang juga dikenal kawasan Kebun Kurma Barbatee ini. Ia kemudian lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda kembali ke Jakarta sekitar pukul 4 sore