Powered by Blogger.

Mobile Menu

Terbaru

logoblog

Survei CISA Ganjar Unggul, Prediksi Pengamat: Banyak Calon Tumbang Sebelum Berperang

Sep 7, 2021

Laporan Hasil Survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) tentang “Pandemi: Persepsi Publik dan Tren Politik Terkini” menuai perhatian, terlebih unggulnya Ganjar Pranowo soal elektabilitas tokoh menuju Pemilu 2024. Namun pengamat menilai, hasil ini masih elastis. Bahkan diprediksi banyak calon tumbang sebelum berperang.


Maksimus Ramses Lalongkoe. Foto: IST

JAKARTA - Survey 27 hingga 31 Agustus 2021 lalu oleh CISA tentang elektabilitas tokoh menuju 2024, terdapat 16,5 persen responden memilih Ganjar Pranowo, yang membuatnya unggul dari 8 kandidat lainnya.


Sedangkan di posisi kedua masih dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terus menunjukkan konsistensi kenaikan elektabilitasnya dengan meraup suara 16,83 persen. Di posisi ketiga ada Anies Baswedan mendapatkan 16,75 persen, yang mana pada periode survei CISA sebelumnya mendominasi.

Namun, menariknya, Airlangga Hartarto justru menunjukkan peningkatan signifikan terhadap elektabilitasnya sedangkan Prabowo Subianto mengalami penurunan.

Karena, jika dilihat dari bulan Mei 2021, Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,08 persen. Sedangkan Airlangga Hartarto justru menunjukkan peningkatan signifikan dan meraih 7,58 persen disusul Ridwan Kamil 5,92 persen, Sandiaga Uno 5,08 persen, Muhaimin Iskandar 5 persen, dan Puan Maharani mendapatkan 3,67 persen.

Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, hasil survei CISA hanya petunjuk awal saja. Sebabnya, pemilu yang masih sangat jauh. Menurut Maksimus, ruang terjadinya perubahan prosentasi dukungan publik masih cukup besar. Apalagi PT Pilpres masih 20 persen.

"Artinya banyak tokoh yang tersingkir nanti, malah bisa jadi hanya ada 2 calon, maka dengan demikian, yang lain tumbang sebelum perang dimulai," tegasnya.

"Karena yang berkepentingan besar itukan partai politik, makannya tokoh-tokoh ini tak sekedar memunculkan nama tapi juga harus mampu yakinkan parpol, jadi prosentasi ini masih elastis. Karena masih ada peluang juga tokoh lain masuk bursa, termasuk para tokoh ini masih ada ruang untuk memperbaiki elektabilitasnya," terangnya lewat Whatsapp chat.