Dua Residivis Curanmor Abdya Kembali Ditangkap, 6 Motor Disita
Polisi ringkus dua residivis curanmor di Abdya, enam motor dan barang bukti diamankan.
Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil membekuk dua residivis kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di lokasi dan waktu berbeda. Kedua pelaku yakni RY (36) asal Gampong Palak Hulu, Kecamatan Susoh, dan TJ (45) warga Gampong Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya.
ABDYA - Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari tiga laporan polisi yang masuk ke Satreskrim Polres Abdya pada Maret dan Mei 2025.
Wakapolres Abdya, Kompol Misyanto, didampingi Kasatreskrim Iptu Wahyudi serta Kasat Narkoba Iptu Bagus Pribadi dalam konferensi pers di Mapolres Abdya, Rabu (8/7/2025), mengungkapkan kedua pelaku memang sudah sering “keluar masuk” Lapas Kelas IIB Blangpidie.
“Kedua tersangka ini kita tangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Untuk tersangka RY ditangkap pada tanggal 2 Juli 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya Gampong Palak Hulu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya,” jelas Misyanto.
Lebih lanjut, Misyanto membeberkan modus RY. Awalnya, RY memantau situasi sekitar rumah korban. Saat korban lengah, di malam hari ia mencongkel pintu, merusak blok kunci sepeda motor dengan kunci letter T, lalu membawa kabur motor.
“Aksi ini juga dilakukan di siang hari, bahkan pelaku nekat menggasak sepeda motor para korban di tempat keramaian, seperti di parkir masjid dan di jalan areal persawahan,” tambahnya.
RY sendiri diketahui sudah dua kali keluar masuk penjara, dan ini kasus ketiganya dengan perkara yang sama.
Sementara itu, tersangka TJ juga punya “rekam jejak” yang tak kalah panjang. Pria yang sehari-hari berjualan ini sudah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus curanmor, dan kali ini menjadi yang keempat.
“Modus operandinya juga hampir sama dengan tersangka RY. Pelaku TJ ini kita amankan di depan Puskesmas Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Jumat, 13 Juni 2025 sekitar pukul 11.00 WIB,” terang Misyanto.
Dari operasi penangkapan ini, polisi mengamankan enam unit sepeda motor berbagai merek, satu unit becak, dua unit handphone, serta dua buah kunci letter T yang digunakan untuk melancarkan aksi-nya.
“Kami mengimbau kepada warga Abdya, apabila ada merasa kehilangan sepeda motor, handphone, becak, dan barang-barang lainnya agar mendatangi Satreskrim Polres Abdya dengan membawa surat kepemilikan sah, guna memastikan kepemilikan barang tersebut,” pungkas Misyanto.
Kini kedua residivis ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
![]() |
Wakapolres Abdya Kompol Misyanto bersama jajaran paparkan kasus curanmor saat konferensi pers di Mapolres. Foto: Ist |
ABDYA - Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari tiga laporan polisi yang masuk ke Satreskrim Polres Abdya pada Maret dan Mei 2025.
Wakapolres Abdya, Kompol Misyanto, didampingi Kasatreskrim Iptu Wahyudi serta Kasat Narkoba Iptu Bagus Pribadi dalam konferensi pers di Mapolres Abdya, Rabu (8/7/2025), mengungkapkan kedua pelaku memang sudah sering “keluar masuk” Lapas Kelas IIB Blangpidie.
“Kedua tersangka ini kita tangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Untuk tersangka RY ditangkap pada tanggal 2 Juli 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya Gampong Palak Hulu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya,” jelas Misyanto.
Lebih lanjut, Misyanto membeberkan modus RY. Awalnya, RY memantau situasi sekitar rumah korban. Saat korban lengah, di malam hari ia mencongkel pintu, merusak blok kunci sepeda motor dengan kunci letter T, lalu membawa kabur motor.
“Aksi ini juga dilakukan di siang hari, bahkan pelaku nekat menggasak sepeda motor para korban di tempat keramaian, seperti di parkir masjid dan di jalan areal persawahan,” tambahnya.
RY sendiri diketahui sudah dua kali keluar masuk penjara, dan ini kasus ketiganya dengan perkara yang sama.
Sementara itu, tersangka TJ juga punya “rekam jejak” yang tak kalah panjang. Pria yang sehari-hari berjualan ini sudah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus curanmor, dan kali ini menjadi yang keempat.
“Modus operandinya juga hampir sama dengan tersangka RY. Pelaku TJ ini kita amankan di depan Puskesmas Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Jumat, 13 Juni 2025 sekitar pukul 11.00 WIB,” terang Misyanto.
Dari operasi penangkapan ini, polisi mengamankan enam unit sepeda motor berbagai merek, satu unit becak, dua unit handphone, serta dua buah kunci letter T yang digunakan untuk melancarkan aksi-nya.
“Kami mengimbau kepada warga Abdya, apabila ada merasa kehilangan sepeda motor, handphone, becak, dan barang-barang lainnya agar mendatangi Satreskrim Polres Abdya dengan membawa surat kepemilikan sah, guna memastikan kepemilikan barang tersebut,” pungkas Misyanto.
Kini kedua residivis ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Posting Komentar